TPINews21.com Kabupaten Tangerang | Kementrian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Banten bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidurian, Ciujung, Ciwaka (BBWSC3) melakukan normalisasi anak sungai Cidurian di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Sukamulya Kecamatan Kresek, dan Kecamatan Balaraja.

Kepala Desa (Kades) Sukamulya Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang Banten, H. Nawawi mengapresiasi proyek normalisasi anak sungai Cidurian tersebut, menurutnya, bahwa kegiatan normalisasi anak sungai di wilayahnya itu adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Kementerian PUPR dan BBWSC3.

“Benar sekarang ini sedang ada kegiatan Normalisasi di wilayah saya, bantuan dari BBWSC3 dan PUPR Provinsi Banten, normalisasi sungai Cidurian di wilayah kami sangatlah penting karena kondisinya sungai tersebut sudah dangkal, sehingga air mengalir tidak maksimal,” ungkap Kades Sukamulya H. Nawawi, Minggu (27/2/2022).

Sementara itu, Jana ketua kelompok Tani Mukti di kampung Pondok Gede RT 06/01 Desa Sukamulya merasa bersyukur atas proyek normalisasi anak sungai Cidurian tersebut, pasalnya dengan adanya normalisasi anak sungai Cidurian tersebut aliran air untuk ratusan hektar lahan pertanian warga bisa terpenuhi.

“Kami mengungkapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR Provinsi Banten dan BBWSC3 yang sudah membantu kami para petani disini, semoga bantuan ini tidak hanya normalisasi saja, saya berharap sungai Cidurian ini khususnya di wilayah kami bisa dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) atau Turab, hal tersebut sangat penting agar tanahnya tidak longsor.” Ucap Jana.

Sementara Naya warga kampung Pondok Gede RT 06/01 mengatakan sudah 15 Tahun anak sungai Cidurian ini tidak dilakukan normalisasi sehingga kini sudah mulai pendangkalan.

“Air sulit mengalir karena terhalang oleh rerumputan dan tanah menggunung, semoga saja tahun ini dilanjutkan dengan pembangunan TPT atau Turab agar tanahnya tidak longsor,” kata Naya.

Hal itu pun diakui oleh Kades Jengkol Kecamatan Kresek Gandi ihwal anak sungai Cidurian tersebut sudah 15 tahun tidak dilakukan normalisasi.

“Kami berharap direalisasikan pada tahun 2022 ini anak sungai Cidurian dapat bangun turap penahan tanah (TPT),” harap Gandi.

Red/Brn.

Please follow and like us:
0
Tweet 20