TPINews21.com Kabupaten Tangerang | Empat orang warga desa Bunar Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang Banten selaku penerima bantuan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) diduga palsukan data.

Dugaan tersebut dikatakan oleh salah seorang pemilik warung Endang, menurutnya syarat untuk mendapatkan bantuan BTPKLW harus memiliki warung, dan belum mendapatkan bantuan melalui skema Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

” Di Kampung Panggang Desa Bunar ada empat warga yang seharusnya tidak menerima tapi malah menerima bantuan, diantarnya Maryani istrinya Jaro Topik, Sopiah Adiknya Jaro Topik, Arseni, dan Yumaenih Kakaknya Jaro Topik, semuanya tidak memilki warung, namun menerima bantuan warung,” kata Endang warga Desa Bunar dengan nada kesal, Jumat (22/4/2022).

Bahkan kata Endang, beberapa warung diantaranya milik ibu iis dipoto untuk perrsyaratan pengajuan bantuan, namun karna euis langsung komplain, akhirnya bantuan tersebut diserahkan dari yumaenih kakanya jaro topik, tapi hanya Rp.200.000, sisanya tidak diberikan.

Diketahui sebelumnya, Emak – Emak di Desa Bunar mendadak secara spontan melakukan aksi protes ke kantor Desa Bunar pada Kamis (21/4/2022), kedatangan puluhan emak – emak mempertanyakan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW).

“Masa yang nggak punya warung saudaranya jaro dan RT mendapatkan bantuan, sedangkan kita yang punya warung cuma difoto saja, sementara mereka yang nggak jualan yang dapat bantuan 600 ribu,” papar Endang.

Sementara itu, Kapolsek Balaraja Kompol Heri Firiyono akan segera menindaklanjuti keluhan warga, dan akan segera turun ke desa.

“Kami secepatnya menulusuri ke desa Bunar terkait info ini,” ucap Kapolsek Balaraja Kompol Heri Firiyono saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon.

Red/Brn.

Please follow and like us:
0
Tweet 20